Tujuan Diturunkannya Kitab Suci Al Qur’an Untuk Ummat Manusia

Posted on

tujuan diturunkannya alqur'an

Tujuan Diturunkannya Kitab Suci Al Qur’an Untuk Ummat ManusiaAl qur’an merupakan kitab suci bagi ummat muslim,Al qur’an diturunkan kepada nabi Muhammad SAW sebagai wahyu untuk dijadikan pedoman dan panutan bagi ummatnya, alqur’an adalah sebagai penyemburna dari kitab-kitab yang sebelumnya karena kitab-kitab itu diperuntukkan bagi satu waktu tertentu. Dengan demikian al-qur’an mampu memecahkan berbagai macam problematika dalam berbagai segi kehidupan, baik jasmani dan rohani maupun segi kehidupan lainnya.

Selain bulan puasa Ramadhan juga populer dengan bulan Al-qur’an ,sebab alqur’an diturunkan kepada Rashulullah pada bulan Ramadhan melalui malaikat jibril, dan momen turunya alquran dikenal dengan istilah nuzulul qur’an.

Allah berfirman :

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانَ

artinya: “Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Qs Al Baqoroh : 185

Kita harus tahu bahwa tujuan utama diturunkan nya Al Qur’an bukan hanya untuk di baca, akan tetapi juga untuk di amalkan isinya. Sebagai petunjuk bagi umat manusia, dan pembeda antara perkara yang haq dan yang bathil. Sehingga sebisa mungkin semangat kita jangan hanya untuk membacanya sampai hatam,  akan tetap kita juga berusaha memahami isinya.

Allah berfirman :

كِتٰبٌ اَنْزَلْنٰهُ اِلَيْكَ مُبٰرَكٌ لِّيَدَّبَّرُوْٓا اٰيٰتِهٖ وَلِيَتَذَكَّرَ اُولُوا الْاَلْبَابِ

Artinya: “Kitab (Al-Qur’an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran.” Qs shod ; 29.

Syaikh Muhammad Al-Amin Asy-Syinqithi dalam kitabnya tafsir Adlwaul Bayan vol 6 hal 344 menyebutkan makna Tadabbur dalam ayat diatas yaitu memahami sedikit demi sedikit ayat-ayat Al Qur’an , berfikir, memperdalam pandangan ke dalamnya sehingga memahami hidayah-hidayah yang dikandungnya.

Baca juga   Khutbah Jum'at : Saat Duniawi Menjadi Tujuan Utama Dalam Kehidupan Dunia

Selain itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:

قَدْ جَاءَكُمْ مِنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُبِينٌ﴿١٥﴾يَهْدِي بِهِ اللَّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلَامِ وَيُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيهِمْ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

“Sesungguhnya telah datang kepada kalian cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan. Dengan Kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan Kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari keadaan gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.” [al-Maa-idah/5: 15-16]

Para Sahabat terdahulu membaca Al Qur’an 10 ayat-10 ayat dan tidak menambahnya sebelum memahami isinya. Bagaimana kita bisa mengamalkan nya jika kita belom memahami isinya,  bagaimana kita bisa menjadikan Al Qur’an sebagai petunjuk bagi kita sebagaimana tujuan utama di turunkan Al Qur’an, jika kita belom memahami isi kandunganny?

Tujuan Al-qur’an Diturunkan

Al-qur’an sebagai petunjuk bagi ummat manusia

Allah ta’ala berfirman

وَلَقَدْ جِئْنَاهُمْ بِكِتَابٍ فَصَّلْنَاهُ عَلَى عِلْمٍ هُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

“Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan kepada mereka sebuah kitab suci [Al-Qur’an], yang Kami jelaskan atas dasar ilmu sebagai petunjuk dan kasih saying bagi orang-orang yang beriman.”  (Al-A’raf: 52)

Al-Qur’an sebagai petunjuk artinya sebagai penuntun dalam kebenaran dengan cara mengikuti perintah dan menjauhi larangan demi menjaga diri dari api neraka yaitu menghindari bahaya dan sebab yang menjurus kepada hukuman.

Al-Qur’an sebagai penjelasan ajaran-ajaran syari’at islam

Baca juga   Amalan Utama Di Bulan Ramadhan Yang Sangat Ditekankan Oleh Rashulullah SAW

الْقُرْآنُ هُوَ الأْصْل الأْوَّل مِنْ أُصُول الشَّرْعِ، وَهُوَ حُجَّةٌ مِنْ كُل وَجْهٍ لِتَوَقُّفِ حُجِّيَّةِ غَيْرِهِ مِنَ الأْصُول عَلَيْهِ لِثُبُوتِهَا بِهِ، فَإِنَّ الرَّسُول صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُخْبِرُ عَنِ اللَّهِ تَعَالَى، وَقَوْل الرَّسُول صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا صَارَ حُجَّةً بِالْكِتَابِ بِقَوْلِهِ تَعَالَى: {وَمَا أَتَاكُمُ الرَّسُول فَخُذُوهُ} (الحشر: 7)، وَكَذَا الإْجْمَاعُ وَالْقِيَاسُ.

 

“Al-Qur’an adalah dasar pertama dari dasar-dasar syariat lainnya. Dan ia merupakan hujjah (wajib diamalkan) dari berbagai sisi, sebab dasar-dasar lainnya bersifat legal oleh sebab legitimasi al-Qur’an. Oleh Karena Rasulullah saw menyampaikan apa yang diterimanya dari Allah swt, dan sebab itulah perkataan Rasulullah saw (Sunnah) menjadi hujjah pula atas dasar legitimasi al-Kitab (al-Qur’an). Berdasarkan firman-Nya, “Apapun yang dibawa oleh Rasul maka ambillah.” (QS. Al-Hasyr: 7). Demikian pula (legitimasi al-Qur’an) terhadap Ijma’ dan Qiyas.”

Al-qur’an sebagai pemisah antara yang haq dan yang bathil

Allah ta’ala berfirman

وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا

“Dan katakanlah: “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap”. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.” (al-Isra’: 18)

Marilah di bulan suci Ramadlan ini,  kita perbanyak membaca Al Qur’an, mendatangi pengajian-pengajian, majlis taklim, memperbanyak bersedekah,  menolong sesama dan amal-amal baik lainnya agar pahala puasa kita senantiasa dilipatgandakan oleh Allah, serta mendapatkan ampunanNya.  Amiiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *