Niat Qadha Atau Membayar Hutang Puasa Ramadhan Lengkap Arab Dan Artinya

Posted on

niat qadha puasa ramadhan

Niat Qadha Atau Membayar Hutang Puasa Ramadhan Lengkap Arab Dan Artinya – Puasa qadha merupakan ketentuan yang wajib di bayar seorang muslim ketika dia memiliki hutang atau tunggakan puasadi  bulan Ramadhan, misalnya karena haid,hamil,sakit dan/atau bahkan karena disengaja, maka diwajibkan untuk mengganti, membayar atau mengqadha puasa ramadhan.dan apabila hutang puasa tidak dibayar selama di dunia, maka di akhirat akan ditagih oleh Allah.

أَيَّامًا مَّعْدُودَٰتٍ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى ٱلَّذِينَ يُطِيقُونَهُۥ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُۥ وَأَن تَصُومُوا۟ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

(Yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

Untuk puasa qadha bisa di lakukan kapan saja, puasa dilakukan seperti halnya orang berpuasa pada umumnya , yaitu mengucapkan niat puasa qodho, bersahur, tidak makan dan minum dari waktu salat subuh hingga magrib lalu berbuka. Dan boleh dilakukan secara berurutan ataupun terpisah.

Baca juga   Bacaan Sujud Sahwi Dan Kapan Di Lakukan Sujud Sahwi Lengkap Arab Artinya

Sabda Rasulullah SAW:

قَضَاءُ رَمَضَانَ إنْ شَاءَ فَرَّقَ وَإنْ شَاءَ تَابَعَ

“Qadha’ (puasa) Ramadhan itu, jika ia berkehendak, maka ia boleh melakukannya terpisah. Dan jika ia berkehendak, maka ia boleh melakukannya berurutan. ” (HR. Daruquthni, dari Ibnu ‘Umar)

Bagaimana Jika Qadha’ Tertunda Sampai Ramadhan Berikutnya?

Banyaknya waktu dan kesempatan sampai bulan Ramadhan berikutnya adalah lebih dari cukup seorang muslim mengqadha puasanya , Penangguhan atau penundaan pelaksanaan qadha’ puasa Ra­madhan sampai tiba Ramadhan berikutnya –tanpa halangan yang sah–, maka hukumnya haram dan berdosa.

Kejadian seperti ini sering terjadi bisa disbabkan oleh banyak hal baik hal positive maupun negative, seperti selalu ada halangan, sering sakit misalnya, bersikap apatis, bersikap gegabah, sengaja mengabaikannya dan lain sebagainya.tetapi jika seseorang melakukan penangguhan tersebut diakibatkan lantaran udzur yang selalu menghalanginya, maka tidaklah berdosa.

Maka dari itu sebelum kita memasuki bulan Ramadhan lagi, kita harus sudah membayar atau mengqadha puasa ramadhan dan itu wajib hukumnya.

Orang yang meninggalkan puasa ramadhan sama halnya memiliki hutang kepada Allah SWT. Dan setiap hutang wajib hukumnya untuk diayar, terlebih hutangnya kepada Allah SWT yakni hutang puasa ramadhan. Rasulullah SAW bersabda, yang artinya “Berhutang kepada Allah lebih berhak untuk ditunaikan (HR. Muslim)”.

Menurut para Fuqoha’  kewajiban membayar fidyah karena  penangguhan qadha puasa Ramadhan ada dua pendapat ,adapun secara muthlaq tidak ada kewajiban fidyah, walaupun penangguhan tersebut tanpa udzur .

Baca juga   Bacaan Niat Shalat Fardhu 5 Waktu Lengkap Arab Dan Artinya

Pendapat pertama menyatakan bahwa; penangguhan qadha’ puasa Ramadhan sampai tiba bulan Ramadhan berikutnya, tidak menjadi sebab diwajibkannya fidyah. Baik penangguhannya tersebut karena ada udzur atau tidak.

Pendapat kedua (syafi’iyah) menyatakan bahwa; penangguhan qadha’ puasa Ramadhan sampai tiba bulan Ramadhan berikutnya ada tafshil (rincian) hukumnya. Yakni jika penangguhan tersebut karena udzur, maka tidak menjadi sebab diwajibkannya fidyah. Sedangkan jika penangguhan tersebut tanpa udzur, maka menjadi sebab diwajibkannya fidyah.

Karena kewajiban fidyah akibat penangguhan qadha ‘puasa Ramadhan sampai tiba bulan Ramadhan berikutnya, tidaklah didasarkan pada nash yang sah untuk dijadikan hujjah. Oleh sebab itu, pendapat tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya.

Niat Qadha Puasa Ramadhan

Adapun untuk lafadz niat mengqadha puasa ramadhan  sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءٍ فَرْضِ رَمَضَانً ِللهِ تَعَالَى

NAWAITU SHOUMA GHODIN ‘AN QADAA’IN FARDHI ROMADHOONA LILLAHI TA’ALAA

Artinya :
Aku niat puasa esok hari karena mengganti fardhu Ramadhan karena Allah Ta’ala.

Untuk umat muslim yang belum d qadha puasanya segera meng-qadha’nya sebelum datang ramadhan berikutnya,Semoga bermanfaat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *