Niat Mandi Wajib Setelah Haid Lengkap Beserta Tata Caranya

Posted on

niat mandi wajib setelah haid

Niat Mandi Wajib Setelah Haid Lengkap Beserta Tata CaranyaHaid atau Menstruasi merupakan darah yang keluar dari pangkal Rahim wanita pada waktu-waktu tertentu dan dalam keadaan sehat juga bukan karena sebab melahirkan. dimana keluarnya darah merupakan hal yang tetalh di tetapkan oleh Allah Swt kepada seorang wanita.

Diterangkan dalam kitab fathul muin

الحَيْضٌ هُوَ دَمٌ يَخْرُجُ مِنْ أَقْصَى رَحِمِ الْمَرْأَةِ فِيْ أَوْقَاتٍ مَخْصُوْصَةٍ. (وَ أَقَلُّ سَنَةٍ تِسْعُ سِنِيْنَ قَمَرِيَّةً) أَيِ اسْتِكْمَالُهَا. نَعَمْ، إِنْ رَأَتْهُ قَبْلَ تَمَامِهَا بِدُوْنِ سِتَّةَ عَشَرَ يَوْمًا فَهُوْ حَيْضٌ، وَ أَقَلُّهُ يَوْمٌ وَ لَيْلَةٌ، وَ أَكْثَرُهُ خَمْسَةَ عَشَرَ يَوْمًا، كَأَقَلِّ طُهْرٍ بَيْنَ الْحَيْضَتَيْنِ. وَ يَحْرُمُ بِهِ مَا يَحْرُمُ بِالْجَنَابَةِ، وَ مُبَاشَرَةُ مَا بَيْنَ سُرَّتِهَا وَ رُكْبَتِهَا. وَ قِيْلَ: لَا يَحْرُمُ غَيْرُ الْوَطْئِ. وَ اخْتَارَهُ النَّوَوِيُّ فِي التَّحْقِيْقِ، لِخَبَرِ مُسْلِمٍ: اصْنَعُوْا كُلَّ شَيْءٍ إِلَّا النِّكَاحَ. وَ إِذَا انْقَطَعَ دَمُهَا حَلَّ لَهَا قَبْلَ الْغُسْلِ صَوْمٌ لَا وَطْئٌ، خِلَافًا لِمَا بِحَثَهُ الْعَلَامَةِ الْجَلَالُ السُّيُوْطِيُّ رَحِمَهُ اللهُ

Haid adalah darah yang keluar dari pangkal rahim wanita di waktu-waktu tertentu. (Minimal wanita dapat mengalami haid adalah wanita yang sempurna berumur sembilan tahun Qamariyyah). Benar minimalnya sempurna sembilan tahun, namun jika ada seorang wanita yang belum sempurna umur tersebut dengan kurang 16 hari, maka itu namanya haid. Minimal haid adalah satu hari satu malam dan maksimalnya adalah 15 hari seperti minimal suci di antara dua haid. Diharamkan dengan sebab haid hal-hal yang diharamkan sebab junub, dan ditambah dengan keharaman menyentuh anggota di antara pusar dan lutut. Sebagian pendapat mengatakan hal itu tidaklah haram selain bersetubuh. Pendapat tersebut dipilih oleh Imām Nawawī dalam kitab Taḥqīq-nya sebab hadits yang diriwayatkan Imam Muslim: Lakukanlah segala sesuatu selain bersetubuh. Ketika darah telah terputus maka halal bagi wanita tersebut sebelum mandi untuk melakukan puasa, tidak bersetubuh, berbeda dengan pendapat yang telah dibahas oleh al-‘Allāmah Jalāl-ud-Dīn as-Suyūthī  semoga Allah mengasihinya .

Baca juga   Bacaan Rukuk Dalam Shalat Dan Tata Cara Rukuk Yang Benar Lengkap Arab Artinya

Dan di dalam kitab fathul qorib dijeaskan hal-hal yang tidak diperbolehkan bagi seseorang yang sedang haid dan nifas :

ويحرم بالحيض والنفاس ثمانية أشياء الصلاة والصوم وقراءة القرآن ومس المصحف وحمله ودخول المسجد والطواف والوطء والاستمتاع بما بين السرة والركبة

Perkara yang diharamkan saat haid dan nifas ada 8 (delapan) yaitu shalat, puasa, membaca Al-Quran, menyentuh Al-Quran, membawa Al-Quran, masuk masjid, tawaf, hubungan intim (jimak), (suami) mencumbu di antara pusar dan lutut.

Dan setelah masa haid selesai seorang perempuan yang sedang haid diwajibkan mandi ,dan mandi wajib setelah haid hukumnya wajib ,sama halnya mandi wajib setelah junub ,seperti yang di riwayatkan dalam hadist Rashulullah bersabda :

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِفَاطِمَة بِنْتِ أَبِى حُبَيْسِ إِذَا أَقْبَلَتِ الحَيْضَةُ فَدَعِى الصَّلَاةَ وَإِذَا اَدْبَرَتْ فَاغْتَسِلِى وَصَلِّى

Artinya:Rasulullah Saw berkata kepada Fatimah binti abi Hubais: “Apa bila datang haid, hendaklah engkau tinggalkan Sholat dan apabila habis haid itu, hendaklah engkau mandi dan sholat.” (H.R Bukhari)

Bacaan Niat Mandi Setelah Haid

Berikut adalah Niat Mandi setelah Haid

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْحَيْضِ فرضا ِللهِ تَعَالَى

“Nawaitul ghusla liraf’i khadatsil khaidhifardhol- lillaahi ta’aalaa”

Artinya : Saya niat mandi untuk menghilangkan hadats haid fardhu karena Allah Ta’aalaa.

Baca juga   Niat Sholat Jumat Dan Hukum Sholat Jumat Beserta Dalil Quran Hadist Nya

Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid

Dalam kitab Safînatun Najâ Syekh Salim bin Sumair Al-Hadlrami menyebutkan

فروض الغسل اثنان النية وتعميم البدن بالماء

Yaitu Fardhunya mandi besar ada 2 (dua) , yakni niat dan meratakan air ke seluruh tubuh.

Apa yang disebutkan Syekh Salim di atas kemudian dijabarkan penjelasannya oleh Syekh Muhammad Nawawi Al-Jawi dalam kitabnya Kaasyifatus Sajaa sekaligus menerangkan tata cara melaksanakan rukun tersebut.

Pertama : niat mandi besar mesti dilakukan berbarengan dengan saat pertama kali menyiramkan air ke anggota badan. terserah dimulai dari anggota yang paling atas,bawah atau tengah. Jadi kita harus benar2 memerhatikan ketika menyiram badan dengan air harus bareng dengan niat.

Kedua, meratakan air ke bagian luar seluruh anggota badan.Jangan sampai ada bagian tubuh kita tidak terkena air,jika ada anggota badan yang tidak terkena air maka kita dianggap belum suci dan masih berhadast.ketika mandi besar yang perlu diperhatikan adalah lipatan-lipatan kulit,lekukan-lekukan pada badan dan kulit yang berada di bawah kuku yang panjang dan membersihkan kotoran yang ada di dalamnya

Maka dari itu ketika kita mandi besar perlu kehati-hatian agar jangan sampai ada bagian tubuh yang tertinggal tidak terkena air.semoga ulasan diatas bermanfaat untuk kita semua khususnya untuk para wanita yg belom paham betul bagaimana cara bersuci yang benar.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *