Niat Bayar Puasa Ramadhan Dan Penjelasannya Lengkap Bahasa Arab Beserta Artinya

Posted on

niat bayar puasa

Niat Bayar Puasa Ramadhan Dan Penjelasannya Lengkap Bahasa Arab Beserta ArtinyaPuasa merupakan kewajiban yang mutlaq untuk semua ummat muslim, dan juga ibadah kepada Allah ta’ala yang disertai niat, yaitu niat karena Allah ta’ala dan niat jenis puasanya. Puasa juga melatih diri untuk mengekang jiwa, melembutkan hati dan mengendalikan syahwat.Dan hikmah puasa terbesar adalah penghambaan kepada Allah  dan peneladanan kepada Rasulullah SAW.

Adapun maknanya secara istilah adalah,

هو التعبد لله تعالى بالإمساك بنية: عن الأكل، والشرب، وسائر المفطرات، من طلوع الفجر الثاني إلى غروب الشمس، من شخص مخصوص، بشروط مخصوصة

“Ibadah kepada Allah ta’ala yang disertai niat, dengan menahan diri dari makan, minum dan seluruh pembatal puasa, sejak terbit fajar kedua sampai terbenam matahari, yang dilakukan oleh orang yang tertentu dengan syarat-syarat yang tertentu.” [Ash-Shiyaamu fil Islam, hal. 8]

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ، شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ الله، وَإِقَامِ الصَّلَاةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ، وَحَجِّ الْبَيْتِ

“Islam dibangun di atas lima rukun: Syahadat Laa ilaaha illallaah dan Muhammad Rasulullah, menegakkan sholat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadhan dan berhaji ke baitullah.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma, dan lafaz ini milik Muslim]

وَشَرَائِطُ وُجُوْبِ الصِّيَامِؤثَلاَثَةُ أَشْيَاءَ وَفِيْ بَعْضِ النُّسَخِ أَرْبَعَةُ أَشْيَاءَ : اْلإِسْلَامُ وَالْبُلُوْغُ وَالعَقْلُ وَالقُدْرَةُ عَلَى الصَّوْمِ. وَهَاذَا هُوَالسَّاقِطُ عَلَى نُسْخَطِ الثَّلاَثَةِ، فَلاَيَجِبُ اَلصَّوْمُ عَلَى الْمُتَّصِفِ بِأَضْدَادِ ذَالِكَ

Syarat wajibnya puasa yaitu ada 3 perkara, dan menurut sebagian salinan matan ada 4 perkara yaitu: 1. Islam 2. Baligh 3. Berakal 4. Mampu/kuasa untuk berpuasa. Dan yang keempat (kudrot/ mampu) yaitu perkara yang gugur dari tulisan 3 perkara. Maka tidaklah wajib bagi orang yang terkena lawan dari 4 sifat perkara diatas.

Baca juga   Bacaan Bilal Dan Cara Menjawabnya Dalam Shalat Tarawih 20 Rakaat Lengkap Arab beserta Latinnya

Meskipun hukum menjalankan ibadah puasa adalah wajib bagi setiap muslim, namun ada beberapa golongan orang yang mendapatkan keringanan untuk tidak berpuasa. Dan bisa mengganti puasanya dengan puasa di waktu lain. berikut penjelasan nya:

Orang yang sakit

Yang dimaksud orang yang sakit adalah seseorang yang mengidap penyakit sehingga membuatnya tidak lagi dikatakan sehat. Namun demikian, jika orang tersebut sudah sembuh, dia diharuskan untuk mengganti puasanya.Rukhsah ini memang ada ayatnya, yakni tertuang dalam Al Qur’an:

“Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.” (QS. Al Baqarah: 185)

Orang yang bersafar (musafir)

Seseorang yang menjalankan perjalanan jauh atau disebut musafir diperolehkan untuk tidak berpuasa dan menggantinya saat perjalanannya selesai.

Wanita hamil dan menyusui

Dalam syariat Islam keringanan untuk tidak berpuasa juga diberikan kepada wanita hamil dan menyusui. Jika wanita hamil takut terhadap janin yang ada dikandungannya dan wanita menyusui takut terhadap bayi yang sedang disusuinya, maka diperbolehkan baginya untuk tidak berpuasa. Wanita hamil dan menyusui juga diharuskan mengganti puasanya, namun tidak dengan memberi fidyah. Mereka diwajibkan untuk mengganti puasanya dengan puasa di waktu lain.

“Sesungguhnya Allah telah memberikan keringanan bagi musafir  untuk tidak mengerjakan setengah shalat dan bagi orang yang hamil serta menyusui  untuk tidak berpuasa.” (Hadits Hasan riwayat Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Nasai).

Wanita haid atau Nifas

Dalam kondisi ini wanita tidak di wajibkan puasa ataupun shalat dan juga diharuskan mengganti puasanya di waktu lain,

Baca juga   Doa Berbuka Puasa Lengkap Berbahasa Arab Beserta Artinya

Ibnu Qudamah berkata, “Ahlul ilmi sepakat bahwa wanita haid dan nifas tidak halal untuk berpuasa, bahkan keduanya harus berbuka di bulan Ramadhan dan mengqadhanya. Bila keduanya tetap berpuasa maka puasa tersebut tidak mencukupi keduanya (tidak sah)….” (Al-Mughni, kitab Ash-Shiyam, Mas’alah wa Idza Hadhatil Mar’ah au Nafisat)

Pekerja Berat

Puasa hanya berlangsung sekali dalam setahun selama ssatu bulan. Sangatlah rugi bagi muslim tidak menjalankannya dengan alasan pekerjaan beratnya yang tidak bisa tinggalkan.Jika pekerjaan itu benar-benar untuk memenuhi kebutuhan keluarganya tanpa kecuali, dan tidak ada pekerjaan lain yang lebih ringan selama puasa ia lakukan, maka ia boleh tidak berpuasa, dengan mengganti puasa pada  bulan lain dan membayar fidyah jika mampu.Namun jika masih memungkinkan alangkah baiknya ia mengurangi pekerjaannya untuk menjalankan puasa.

Orang tua renta

Orang tua yang tidak mampu berpuasa, diperbolehkan baginya untuk tidak berpuasa dan tidak ada kewajiban untuk mengganti puasanya. Mayoritas para ulama sepakat bahwa cukup bagi mereka untuk memberi fidyah yaitu memberi makan kepada orang miskin bagi setiap hari yang ditinggalkan.

Bacaan Niat Qadha Puasa

Berikut adalah bacaan niat bayar puasa qadha Ramadhan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءٍ فَرْضِ رَمَضَانً ِللهِ تَعَالَى

NAWAITU SHOUMA GHODIN ‘AN QADAA’IN FARDHI ROMADHOONA LILLAHI TA’ALAA

Artinya :
Aku niat puasa esok hari karena mengganti fardhu Ramadhan karena Allah Ta’ala.

Demikian penjelasan tentang niat bayar puasa ramadhan,semoga bisa membantu dan bermanfaat untuk kita semua,khususnya bagi si pembaca. Amiin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *