Bahagia Dunia Akhirat Karena Menjaga Lisan

Posted on

Menjaga lisan Untuk selalu berbicara baik,halus dan sopan. Kita semua pasti pernah mendengar peribahasa yang mengatakan bahwa“lidah lebih tajam daripada pedang”. Ya, hal itu memang benar. Allah SWTmemberikan karunia lisan kepada manusia untuk berbicara. Tentu saja karuniatersebut amat luar biasa. Namun sayangnya, banyak dari kita yang sulitmengendalikan lisan. Berhati-hatilah terhadap lisankarena sebuah ucapan bisa menjerumuskan kita ke dalam api neraka. Apabila kitatidak mengetahui sebuah perkara dengan pasti, sebaiknya kita diam saja. Danjanganlah kita mengucapkan perkataan yang menyakiti hati orang lain, sekalipunitu hanya candaan. Sebab di akhirat kelak, segala apa yang kita ucapkan denganlisan pasti akan dimintai pertanggung jawaban.

Allah Ta’ala berfirman: “Tiada satu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS Qaf: 18.)

 “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. Al-Isra: 36)

pentingnya menjaga lisan

Lisan merupakan salah satu nikmat Allah yang diberikan kepada kita. Lisan merupakan anggota badan manusia yang cukup kecil jika dibandingkan anggota badan yang lain  masyaallah manfaat nya luar biasa  ketika kita bisa memanfaatkan dengan baik ,dan berbahaya ketika kita tidak bisa menjaganya dengan baik .

Baca juga   Pembukaan Pidato Bahasa Arab Lengkap Beserta Artinya Dan Cara Bacanya

(lagu berkata)

memang lidah tak bertulang ,tak terbatas kata2

kalau orang terluka karena pedang masih mudah obat di cari

kalau orang sudah  terluka karena lisan  kemana obat hendak d cari

Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita sebagai muslim memperhatikan apa yang dikatakan oleh lisann

Hendaknya kita berfikir terlebih dahulu pantaskah, layakkah di ucapkan atau tidak sebelum keluar dari mulut

rasululloh telah bersabda yang artinya :

Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.

pepatah arab mengatakan

سلامة الإنسان في حفظ اللسان

selamatnya seseorang d tentukan oleh lisan nya

{قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللهَ فاتَّبِعُونِييُحْبِبْكُمُ اللهُ ويَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ، وَاللهُ غَفُوْرٌ رَحِيْمٌ}

“Katakanlah: Jika kamu (benar-benar)mencintai Allah, maka ikutilah (sunnah/petunjuk)ku, niscaya Allah mencintaimudan mengampuni dosa-dosamu, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS Ali‘Imran:31)

Kelak kita akan mengerti ,bahwa menahan diri untuk membuat seseorang tidak tersinggung karena lisan  ,lebih mulia daripada mengutarakan isi hati

Diam memang emas. Tapi berbicara penuh ilmu dan sarat hikmah adalahberlian. Maka menjaga lisan dengan baik, ibarat cincin emas bertahtakan mutiara berlian.

السكوت سلامة

diam adalah keselamatan . Karena jika kita memakasakan diri untuk ikut berpendapat, padahal kita tidak mengerti, maka ketidajujuran akan terjadi.Akibatnya dapat berupa fitnah (mencelakai) terhadap orang lain atau bentuk-bentukyang lain seperti kerugian pada masyarakat dan menguntungkan para penjahat.bahkan justru dapat menjadi bumerang yang mencelakai diri sendiri. Pada intinya, sebaiknya manusia berbicara perihal kebaikan dan hal-hal yang bermanfaat. Janganlah mengucapkan sesuatu yang menyakiti hati orang lain,menghina, berlagak sok pintar, sombong atau perkataan dusta. Apabila tidak mampu berbicara baik, maka diam bisa menjadi pilihan tepat. Namun ingat, diampun ada saatnya. Apabila kita melihat keburukan maka seharusnya berbicara danmencegah kemungkaran tersebut. Dan apabila kita ditindas, kita jugadiperbolehkan membela diri. Yang terpenting, pikirkan terlebih dahulu kata-katayang hendak diucapkan. Sebab perkataanmu adalah kualitas dirimu.

Baca juga   Khutbah Jumat : Keutamaan Thalabul Ilmi Bagi Ummat Muslim Demi Menggapai Ridho Allah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *