Jujur Hati,Lisan Dan Perbuatan Membawa Keberuntungan Besar Didunia Dan Akhirat

Posted on

Jujur Hati,Lisan Dan Perbuatan Membawa Keberuntungan Besar Didunia Dan Akhirat

Jujur Hati,Lisan Dan Perbuatan Membawa Keberuntungan Besar Didunia Dan Akhirat-Assalamualaikum sahabat barokahouse.com yang berbahagia, senang sekali rasanya saya bisa menyapa kalian semua dalam keadaan sehat walafiat, amin. Pada kesempatan kali ini saya akan keutamaan berbuat jujur. Oke, langsung saja pada pembahasan.

Sebagai ummat islam sudah seharusnya kita meneladani Rashulallah SAW salah satunya adalah bersikap jujur , beliau mendapatkan suatu gelar sebagai al-Amin (orang yang dipercaya) oleh bangsa Quraisy karena selalu memegang amanah yang diberikan kepadanya.

Allah ta’ala berfirman dalam Surat At-Taubah Ayat 119

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَكُونُواْ مَعَ ٱلصَّٰدِقِينَ

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah swt, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar (Q.S. At-Taubah: 119)

Allah swt memberi perintah kepada orang-orang yang beriman agar bertaqwa, yaitu menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya. Dan kemudian Allah memerintahkan agar bersama dengan orang-orang yang benar.

Dan diriwayatkan dalam Hadist Nabi Muhammad SAW Tentang Kejujuran sebagai berikut:

عَنْ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعُوْد رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ إِلَى الْبِرِّ ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِيْ إِلَى الْجَنَّةِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيْقًا ، وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ ، فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِيْ إِلَى الْفُجُوْرِ ، وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِيْ إِلَى النَّارِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا

Artinya: Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Mas’ud ra., Rasulullah saw. bersabda, “Hendaklah kamu berlaku jujur karena kejujuran menuntunmu pada kebenaran, dan kebenaran menuntunmu ke surga. Dan sesantiasa seseorang berlaku jujur dan selalu jujur sehingga dia tercatat di sisi Allah Swt. sebagai orang yang jujur. Dan hindarilah olehmu berlaku dusta karena kedustaan menuntunmu pada kejahatan, dan kejahatan menuntunmu ke neraka. Dan seseorang senantiasa berlaku dusta dan selalu dusta sehingga dia tercatat di sisi Allah Swt. sebagai pendusta.” (H.R. Muslim).

Untuk lebih jelasnya, dikutip dari kitab washoya bab 12 yang artinya:

Baca juga   Khutbah Kedua Idul Fitri Singkat Padat Dan Jelas Serta Bermakna Idul Fitri

Wahai anakku, berusahalah engkau untuk menjadi sesorang yang selalu jujur dalam segala pembicaraan. Sebab sesungguhnya dusta itu adalah perbuatan yang buruk dan tercela. Janganlah engkau berdusta untuk memperoleh nama baik dikalangan teman-teman dan gurumu. Bila engkau sudah terbiasa berdusta: maka teman-temanmu tidak akan mempercayaimu, sekalipun apa yang engkau sampaikan itu adalah benar.

Wahai anakku, apabila engkau melakukan pelanggaran terhadap gurumu, engkau wajib menerima sangsi, maka janganlah engkau berdusta. Bila engkau ditanya, jawablah dengan terus terang. Dalam melakukan sesuatu hendaklah konsekwen, berani berbuat harus berani bertangung jawab. Jangan melibatkan temanmu lantaran ingin menghindari sangsi, karena jika kebohonganmu telah kebongkar, maka engkau akan menerima sangsi yang berlibat ganda dihadapan Allah dan gurumu, yaitu sangsi berbuat salah dan sangsi berdusta. Engkau tidak bisa menyelamatkan diri dari azab Allah Yang Megetahui segala apa yang engkau rahasiakan dalam hatimu.

Wahai anakku, sesunguhnya Al-Quran menegaskan bahwa Allah akan melaknat orang yang berdusta. Apakah engkau rela menjadi orang yang dila’nat AIIah, padahal engkau mempelajara Dienul Islam.


Wahai anakku, apabila engkau berdusta sekali saja dan tidak ada orang yang mengetahui, ada kemungkinan diketahui orang secara kebetulan dikemudian hari. Dengan kemudian semua kebohongan yang pernah engkau lakukan akan terbongkar.


Wahai anakku, apabila engkau merasa tidak takut berdusta dihadapan manusia dan menganggap itu adalah hal yang sudah biasa, apakah engkau merasa tidak takut terhadp azab Rabbumu yang selalu mengetahui segala yang dirahasiakan di dalam hati?


Wahai anakku, apabila seseorang berdusta, maka dia akan terbiasa melakukannya. Sulit baginya untuk selalu jujur. Karena itu usahakanlah untuk selalu memelihara kejujuran. Hindari perbuatan bohong, sekalipun perbuatan itu dapat menyelamatkan dirimu.


Wahai anakku, ini adalah wasiatku kepadamu. Apabila kamu termasuk orang yang jujur sebagaimana sikap para penuntut ilmu, maka berjanjilah untuk tidak berdusta dalam setiap pembicaraan. Katakanlah: “Ya Aallah, hamba berjanji untuk tidak berdusta kepada seseorang selama hidupku,” niscaya akan nampak bagiku di kemudian hari sejauh mana kamu menjaga janji yang kau ucapkan kepada Allah dihadapan guru dan teman-temanmu.


Wahai anakku, sesungguhnya orang-orang yang menjadikan dusta sebagai permainan tidak akan mendapat pahala di sisi Allah. Jangan sampai engkau berdusta dan apabila ditanya, kemudian engkau menjawab: “Aku hanya main-main saja” janganlah engkau berdusta, baik dalam keadaan serius maupun santai.


Ingatlah! Sesungguhnya seseorang yang berbuat jujur, setiap perkataan dan perbuatan akan dijadikan dalil, sekalipun tanpa mengetahui dalil yang sebenarnya (Al-Quran dan Hadits). Dia akan selalu diajak bermusyawarah dan dimintai dalam pendapat dalam penyelesaian suatu masalah. Jika engkau ingin mendapat kepercayan seperti itu, maka usahakanlah untuk selalu jujur dalam setiap pembicaraan. Dan Allah maha Kuasa tentu memberi petunjuk dan pertolongan ke jalan yang lurus.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *