Membangun Suasana Harmonis Dengan Tetangga Sesuai Pesan – Pesan Rashul SAW.

Posted on

harmonis dengan tetangga

Membangun Suasana Harmonis Dengan Tetangga Sesuai Pesan – Pesan Rashul SAW. – Manusia tidak bisa hidup sendirian dalam kehidupan social tanpa interaksi dengan manusia lain nya misalnya tetangga,apalagi tetangga adalah Orang-orang yang berdekatan rumahnya dengan rumah kita, wajib bagi semua muslim berbuat baik padanya, dan seimbangkanlah melakukan kebaikan  apabila dia mengawalinya

Allah berfirman :

وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

Artinya :

Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.

Ayat di atas menerangkan bahwa sebagai masyarakat yang hidup bertetangga harus saling menyayangi satu sama lain semisal memberi bantuan kepada mereka yang membutuhkan,mem Perlakukanlah tetangga sebagaimana kita mau diperlakukan, dan menjaga harta dan kehormatan mereka dari tangan orang jahat baik saat mereka tidak di rumah maupun di rumah

Dengan  Menjalin hubungan yang harmonis dan rukun dengan tetangga akan membuat kita merasa aman dan nyaman.sebab hubungan social suatu masyarakat di tentukan oleh hubungan antar anggotanya dan tetangga pun adalah bagian dari keluarga kita dan kita penting menciptakan keluarga harmonis dengan tetangga kita.

Tips Membangun Suasana Harmonis Dengan Tetangga

Dalam bertetangga kita harus memperhatikan hal – hal berikut :

Saling menghormati dan berperilaku baik

Diriwayatkan oleh sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda,

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ

Artinya: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya” (Muttafaq ‘alaih).

Baca juga   Pembukaan Ceramah Mudah Dalam Bahasa Arab Beserta Artinya

Tidak ada yang membedakan status tetangga kita baik dia seorang muslim dan juga yang kafir, ahli ibadah dan orang fasik, teman dan lawan, orang asing dan penduduk asli, yang memberi manfaat dan yang memberi mudharat, kerabat dekat dan bukan kerabat dekat, rumah yang paling dekat dan paling jauh.semua adalah tetangga.

Bergembira ketika Mereka Bergembira dan Berduka ketika Mereka Berduka

Kita jenguk tetangga kita apabila ia sedang sakit, kita tanyakan kehadirannya apabila ia tidak ada, bersikap baik apabila kita menjumpainya, dan hendaknya sesekali kita undang mereka untuk datang ke rumah kita. Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wassallam dan beliaulah manusia yang memiliki akhlak paling terpuji, “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik akhlaknya” (HR. Bukhari (no.6035); Ahmad (no.6468); dan at-Tirmidzi (no.1975)).

Tidak membuat kegaduhan

Disuatu masyarakat yang hidup bertetangga tidak boleh membuat kegaduhan Seperti mengeraskan suara radio atau TV, melempari halaman mereka dengan kotoran, atau menutupi jalan bagi mereka.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda,

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلَا يُؤْذِ جَارَهُ

Artinya: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir maka janganlah dia mengganggu tetangganya’”(HR. Bukhari (no.1609); Muslim (no.2463); dan lafazh hadits ini menurut riwayat beliau, Ahmad (no.7236); at-Tirmidzi (no.1353); Abu Dawud (no.3634); Ibnu Majah (no.2335); dan Malik (no.1462)).

Saling menasehati satu sama lain

Sebagai tetangga sudah seharusnya Sudah seharusnya kita mengajak mereka agar berbuat yang baik dan mencegah yang jelek  dengan  nasehat yang baikdan halus , tanpa ada maksud menjatuhkan atau menjelek-jelekan mereka. Dan memberi nasihat harus disesuaikan dengan menurut kadar kesanggupan seseorang

Baca juga   Contoh Mukadimah Pidato Atau Ceramah Berbahasa Arab Dan Indonesia

وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

“Dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” (QS. Luqman: 17)

Sabar Atas Perilaku yang  Kurang Baik

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda (yang artinya): “Ada tiga kelompok manusia yang dicintai Allah, … Disebutkan diantaranya: “Seseorang yang mempunyai tetangga, ia selalu disakiti (diganggu) oleh tetangganya, namun ia sabar atas gangguannya itu hingga keduanya dipisah boleh kematian atau keberangkatannya” (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albani).

Di dalam kehidupan bermasyarakat, ketika kita berinteraksi dengan yang lain, pasti ada suatu kesalahan,kekurangan atau perlakuan yang kurang baik dari sebagian mereka kepada sebagian yang lainnya, baik dengan perkataan maupun perbuatan.kita sebagai orang yang terzhalimi disunnahkan menahan marah dan memaafkan orang yang menzhaliminya. Allah Ta’alaberfirman,

وَالَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ وَإِذَا مَا غَضِبُوا هُمْ يَغْفِرُونَ

Artinya: “Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf” (QS. Asy-Syuura: 37).

Jadilah orang yang saling menyayangi dan mencintai tetangga kita ,bukti kecintaan kita adalah dengan menghormatinya dan selalu berbuat baik kepada mereka ,karena  mereka adalah saudara-saudara terdekat kita yang akan turut membantu dikala kita membutuhkan nya, Semoga bermanfaat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *