Nasehat Untuk Ummat Muslim, Keutamaan Ikhlas Dengan Niat Lillahi Taala Dalam Setiap Amal

Posted on

keutamaan ikhlash dalam beramal

Nasehat Untuk Ummat Muslim, Keutamaan Ikhlas Dengan Niat Lillahi Taala Dalam Setiap Amal-Ikhlash merupakan salah satu amal yang bisa menjadi tolak ukur diterimanya suatu amal, karena tanpa keikhlasan amal seorang muslim tidak berarti apa-apa dan tak akan ada nilainya di sisi Allah subhânahû wa ta’âlâ. Ikhlas yakni yakni kemurnian hati seseorang dalam melakukan sesuatu semata-mata hanya karena Allah SWT, tidak bercampur dengan motif-motif lain selain Allah

Di dalam kitab At-Ta’rîfât karya Ali Al-Jurjani disebutkan bahwa ikhlas adalah engkau tidak mencari orang yang menyaksikan amalmu selain Allah. Ikhlas juga diartikan membersihkan amal dari berbagai kotoran (Ali Al-Jurjani, At-Ta’rîfât, [Beirut: Darul Kutub Al-Ilmiyah: 1983], hal. 14).
Allah ta’ala berfirman dalam al-qur’an :

فَادْعُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

Maka sembahlah Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukainya. – (Q.S Ghafir: 14).

Dan dikutip dari kitab washoya bab 19 yang artinya: 

Wahai anakku, dalam hadis Nabi diterangkan bahwa: “sesungguhnya setiap amal itu tergantung kepada niatnya. Dan seseoreorang akan mendapat balasan sesuai dengan apa yang diniatkannya.” (Hadits riwayat Bukhari, Muslim dan yang lain dari Umar bin Khathab ra., dari Nabi saw.)

Sesungguhnya orang yang menghindari makan dan minum dari pagi hingga sore dengan niat shaum, sama saja dengan lapar dan hausnya orang yang tidak makan dan minum dari pagi hingga sore. Tetapi orang yang pertama, di sertai dengan niat shaum, maka ia akan mendapat pahala di sisi Allah dengan pahala orang shaum disertai niat. Karena itu ikhlaskanlah dirimu dengan niat untuk mengabdikan diri kepada Rabbmu dalam segala amal.


Wahai anakku, belajarlah Dien Islam dengan niat menghindarkan diri dari larangan Allah, untuk mengetahui hukum-hukum Allah, mana yang dihalalkan dan diharamkan. Allah memerintahkan kamu untuk mengamalkan yang halal dan menjauhkan yang haram.


Belajarlah tentang ilmu tata bahasa Arab, agar engkau mudah memahami hukum-hukum dan nasihat-nasihat yang telah Allah sampaikan pada kitab-Nya yang mulia Al-Quran. Dan Allah menerangkan hukum-hukum tersebut melalui lisan seorang Rasul-Nya dengan riwayat yang shahih, dapat di percaya sebagai pedoman hidup. Pelajari pola ilmu logika (ilmu yang dapat diterima akal), agar kita kuat dan tetap dalam mengajukan hujjah (argumentasi) dan juga agar engkau dapat memberikan penjelasan yang semaksimal mungkin dalam menyebarluaskan ajaran islam serta mengajak umat manusia ke jalan yang diridlai Allah.


Wahai anakku, jadikan setiap langkah perbuatanmu bagian dari pengabdian kepada Rabbmu yang telah menciptakan dan menyempurnakan dirimu dalam bentuk lahir dan batin. Jangan sekali-kali engkau berharap untuk mendapat balasan dari selain Rabbmu.


Tingalkanlah segala keburukan, sebab Allah swt. Telah memerintahkanmu untuk menjauhinya serta lakukanlah segala kebaikan karena Allah telah memerintahkanmu untuk melakukannya.


Pegang baik-baik adab terhadap teman, karena sesungguhnya ini merupakan perintah Allah dan sesungguhnya dirimu hanyalah sekedar makhluk yang Allah patut memberi sangsi apabila meninggalkan perintahnya-Nya.


Jangan berlebihan dalam melanggar hak-hak sesama manusia, karena Allah melarangmu untuk bermusuh-musuhan, lebih-lebih dalam hak sesama manusia, apabila hakim yang adil telah memutuskan, maka wajib untuk mengembalikan hak itu kepada yg memilikinya.


Janganlah engkau berkhianat kepada salah seorang makhluk Allah, sebab Allah telah melarangnya. Dan janganlah engkau hanya merasa takut kepada sesama makhluk sehingga menyebabkan dirimu berkhianat.


Tunduk patuhlah kepada ayah dan ibumu, sebab Allah telah mewajibkan atas dirimu untuk ta’at dan patuh kepada orang tua selagi mereka tidak memerintahkanmu kepada kemaksiatan. Lakukanlah dengan keikhlasan, jangan hanya karena takut tidak diberi makan dan minum oleh orang tuamu.


Patuhilah kepada pemegang hukum dan pemimpin-pemimpinmu, sesama mukmin sebab Allah swt. telah memerintahkan demikian kepadamu. Lakukanlah semua ini dengan keikhlasan hati Lillahi Ta’ala, bukan karena mencari kehormatan dalam pandangan atasmu dan bukan karena takut mendapat penilaian buruk atau takut diancam.


Kasih sayangilah orang-orang yang lemah, yang menderita sakit, anak-anak yatim dan orang-orang miskin, sebab Allah telah memerintahkan untuk berbuat demikian kepadamu, jangan sekali-kali engkau mencari pujian dari sesama manusia (riya’) agar dirimu termasuk golongan orang yang selalu berbuat baik. Tetapi lakukan semua itu dengan keikhlasan hati.


Janganlah mencari atau menantang musuh-musuhmu, sebab Allah melarang yang demikian kepadamu, jangan sekali-kali engkau merasa bangga dalam membalas orang yang telah menyakitimu, sekalipun engkau kuasa melakukannya.


Bersungguh-sungguhlah, agar segala amal perbuatanmu itu semata-mata ditunjukan untuk mengabdikan diri kepada Rabbmu dengan penuh keikhlasan dalam segala amal yang ditunjukan demi Dienul Islam, jamaah dan generasi penerusmu kelak. Dengan agar mereka selalu mendapat keridhaan dan pahala disisi Allah, bukan semata-mata mencari popularitas dan keuntungan duniawi. Mudah-mudahan Allah selalu mencurahkan petunjuk dan pertolongan kepadamu sehingga mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat …… Amin.

Demikian penjelasan tentang pentingnya ikhlas dalam menjalankan berbagai amal ibadah kepada allah, sesungguhnya kita termasuk hamba yang sangat merugi ketika beribadah kepada Allah tidak dengan dasar ikhlash,semoga kita selalu dalam keadaan ikhlas menjalankan segala amal ibadah kepada Allah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *