Kajian Fiqih, Apakah Air Dua Qullah Selamanya Dihukumi Suci?

Posted on

macam-macam air dalam fiqih islam

Kajian Fiqih, Apakah Air Dua Qullah Selamanya Dihukumi Suci?Dalam ilmu fiqih dijelaskan bahwa Air yang suci dzatnya menyucikan terhadap selainnya dan tidak makruh digunakan. Yaitu Air yang terbebas dari identitas yang mengikat. Maka keberadaan identitas yang tidak mengikat itu tidak membahayakan terhadap kemutlakan air.

Dan kemutlakan air mushannif memberikan isyarat berupa dua qullah” Dua qullah adalah takaran 500 Rithl Baghdad dengan mengira-ngirakannya menurut pendapat Ashah (pendapat yang lebih shohih/benar dibanding pendapat yang lain) dalam dua kriteria tersebut; (yakni takaran 500 rithl dan dengan mengira-ngirakannya). Rithl Baghdad menurut An-Nawawy adalah 128 4/7 dirham.

Ukuran air dua qullah menurut

Imam Nawawi = 174,580 lt / kubus berukuran kurang lebih 55,9 cm.

Imam Rofi’i = 176,245 lt / kubus berukuran jurang lebih 56,1 cm.

Ulama’ Iraq = 255,325 lt / kubus berukuran kurang lebih 63,4 cm.

Mayoritas Ulama = 216,000 lt / kubus berukuran kurang lebih 60 cm.

Diriwayatkan dalam sebuah hadist, Rashulullah SAW bersabda :

عن عبدالله ابن عمر رضي الله عنه قال، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : “اذاكان المآء قلتين لم يحمل الخبث،” وفى لفظ “لم ينجس،” اخرجه الأربعة وصححه إبن حزيمةوالحاكم وابن حبان

Dari ‘Abdullah ibn  ‘Umar rodhiyAllahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda: “Apabila ada air sebanyak dua qullah, maka ia tidak membawa najis.”

Baca juga   Niat Sholat fardhu Ketika Dilakukan Berjamaah Atau Sendiri Lengkap Arab Beserta Artinya

Menurut lafaz yang lain:  “tidak najis.” (Disebutkan oleh al-Arba’ ah & dinilai sahih oleh Ibn Khuzaimah, al-Hakim & Ibn Hibban).

Kosa kata:

– Kata قلتين (qullataini) = dua kullah. Dua kullah sama dengan 500 ritl irak, dan 1 ritl irak sama dengan 90 misqol. Dengan takaran kilo, dua kullah sama dengan 200 kg.

– Kata لم يحمل الخبث (lam yahmil khobats), yaitu tidak dicemari oleh kotoran (najis), maknanya adalah air tidak ternajisi dengan masuknya najis ke dalamnya, jika air tersebut mencapai dua kullah. Dikatakan juga bahwa maksudnya adalah air tersebut dapat melarutkan (menghilangkan) najis yang masuk ke dalamnya, sehingga air tersebut tidak ternajisi.

– Kata الخبث (khobats) adalah najis.

Makna Hadist :

Betapa banyak Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam menjawab orang yang bertanya lalu dijawab dengan jawaban yang jelas & tepat, supaya menjadi pelita yg dapat digunakan sebagai petunjuk sepanjang masa. Ini termasuk sabda yang memisahkan antara perkara yang hak dan yang batil, dan merupakan tanda kenabiannya.

Tentang hadits ini Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam pernah ditanya mengenai air yang ada ditengah padang pasir, yaitu pada dataran rendah dan tempat genangan air serta tempat yang selainnya. Air seperti itu biasanya tidak diketahui takaran dan jumlahnya, lalu beliau memberitahukan bahwa jika volume air itu mencapai dua qullah maka tidak membawa najis, bahkan najis itu tidak mempengaruhi kesuciannya (jika tidak sampai merubah sifat air (warna, bau & rasa).

Baca juga   Doa Niat Puasa Senin Kamis Lengkap Dalam Bahasa Arab Beserta Artinya

Fiqh Hadist :

Bekas jilatan binatang dan hewan buas mayoritas tidak terlepas dari najis, sebab biasanya hewan buas apabila datang kekolam untuk meminum air, ia menceburkan diri ke dalam kolam tersebut, lalu kencing di dalamnya, sehingga tidak terlepas kemungkinan tubuh hewan itu terkena bekas kencing dan kotorannya.

Dan berdasarkan hadist ini, Imam al-Syafi’i dan Imam Ahmad membuat suatu ketetapan bahwa air banyak itu ialah air yang jumlahnya mencapai dua qullah dan tidak ada sesuatu apapun pun yang membuatnya menjadi najis selagi warna, bau atau rasanya tidak berubah.

Sekian Penjelasan tentang air suci mensucikan,sucinya badan kita tergantung air yang digunakan untuk bersuci maka dari itu kita harus paham tentang bab bersuci dengan airsemoga penjelasan diatas bermanfaat dan bisa membantu kita semua,Amiin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *