Apakah Khamr (Arak) Yang Berubah Menjadi Cuka Hukumnya Halal ?

Posted on

bab mensucikan najis

Apakah Khamr Yang Berubah Menjadi Cuka Hukumnya Halal ?-Dari Anas ibn Malik (rhodiyAllahu ‘anhu), beliau berkata: “Rasulullah (shollallahu’ alaihi wasallam) pernah ditanya mengenai arak yang dijadikan cuka, maka beliau menjawab: “Itu tidak boleh.” (Disebut oleh Muslim & berkata: “Hadist ini hasan jg shahih”)

٢٢. عن أنس بن مالك رضي الله عنه قال، سئل رسول اللّه صلّى اللّه عليه وسلّم عن الخمرتتّخذخلاّ، قال “لا” أخرجه مسلم وقال حسن صحيح

Makna Hadist :

Rosulullah (shollallahu ‘alaihi wasallam) telah menuturkan kalimat-kalimat yang kemudian diabadikanoleh sejarah. Kesemuanya merupakan nasihat dan pengajaran. Pada suatu hari beliau pernah ditanya mengenai hukum pembuatan cuka yang dibuat dari arak, beliau memberikan jawaban bahwa itu tidak boleh dilakukan. Para

ulama mentakwil makna hadist ini dengan mengemukakan pendapat masing-masing, seperti mana yang akan disebutkan dalam fiqh hadist sebagai mana berikut.

Fiqh Hadist :

Tidak boleh membuat cuka dari arak. Arak tidak menjadi suci dengan dijadikan cuka melalui proses yang dilakukan oleh manusia. Inilah pendapat mazhab Imam al-Syafi’i & Imam Ahmad sebab ada hadist yang memerintahkan membuang arak. Oleh karena itu, tidak membuang arak lalu memprosesnya menjadi cuka merupakan perbuatan dosa yang tidak akan menyucikan cuka itu.

Baca juga   Kajian Hadist, Bagaimana Hukumnya Memakai Tempat Yang Ada Campurannya Emas

Khamar menjadi suci dengan memprosesnya menjadi cuka. Ini adalah pendapat yang masyhur di kalangan mazhab Imam Malik dan madzhab Imam Abu Hanifah, karena khamar telah berubah menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Ulama’ telah bersepakat bahwa arak jika telah berubah menjadi cuka dengan sendirinya maka ia menjadi suci.

Keterangan :

Adaupun cuka yang berubah sendiri, yang asalnya khamr itu dibolehkan untuk dikonsumsi dan menjadi tidak najis, menurut madzhab Syafi’i.

Sebab juga ada riwayat Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam, yang menyebutkan bahwasanya ketika beliau tidak mendapatkan makanan atau lapar dirumah salah satu istrinya kecuali cuka, beliau bersabda, “Sebaik-baik lauk adalah cuka” (senikmat-nikmatnya lauk adalah cuka).

Hal ini menunjukkan bahwasanya tidak haram ketika cuka itu dari khamr yg berubah sendiri.

Imam Malik berkata: “saya tidak suka seorang muslim itu mewariskan khamr dan merubahnya atau ditahan sehingga berubah menjadi cuka. Namun apabila khamr itu rusak, seseorang memiliki khamr misalkan, kemudian dia berubah sendiri menjadi cuka, maka tidaklah mengapa seorang muslim itu mengkonsumsi cuka tersebut. Sekalipun asalnya dari khamr.

Itu beberapa dalil yang disebutkan oleh para ulama kenapa cuka yang berasal dari khamr itu ada yang halal dan ada yang haram.

Baca juga   Harus Tau, Obat Dari Segala Obat Adalah Kesabaran !

Kesimpulan :

Cuka yang halal dan suci adalah apabila khamr (arak) berubah sendiri menjadi cuka tanpa ada campur tangan manusia. Namun Alloh sendiri yang merubahnya dari khamr menjadi cuka.

Sedangkan yang haram, jika ada campur tangan manusia yg secara sengaja mmerubahnya, baik dengan diberikan beberapa zat kimia sehingga berubah dari khamr menjadi cuka atau dengan dilakukan pemanasan, dipanaskan diatas api atau yang lainnya, yang jelas bukan berubah sendiri, maka tidak boleh untuk dikonsumsi, bahkan harus dibuang dan tidak boleh dimanfaatkan.

والله أعلم بالصواب اللهم انفعنابماعلَّمتما وعلِّمناماينفعناوارزقناعلما وزدناعلما ينفعنا،الفاتحة

by : Ummu Fatheema

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *