Doa Puasa Syaban , Apa Sih Hikmah Puasa Sunnah Dibulan Syaban ?

Posted on

doa puasa syaban

Doa Puasa Syaban , Apa Sih Hikmah Puasa Sunnah Dibulan Syaban ?Bulan syaban termasuk salah satu bulan istimewa ,oleh karena itu kita dianjurkan melakukan amal-amal sholeh salah satunya berpuasa dengan tujuan niat menghormati bulan yang di istimewakan oleh Allah SWT. Puasa di bulan Sya‘ban dianjurkan. Pasalnya, kita dianjurkan berpuasa sunah pada bulan-bulan agung menurut agama sebagai keterangan Syekh Nawawi Banten berikut ini:

والعاشر صوم أيام الأشهر الحرم وهي أربعة المحرم ورجب وذو القعدة وذو الحجة. وأفضل الشهور رمضان ثم المحرم ثم رجب ثم ذو الحجة ثم وذو القعدة ثم شعبان. وظاهر كلامهم أن باقي شهور السنة على حد سواء

Artinya, “Kesepuluh puasa pada bulan-bulan terhormat, yaitu empat bulan: Muharram, Rajab, Dzulqa‘dah, dan Dzulhijjah. Bulan paling utama adalah Ramadhan, kemudian Muharram, lalu Rajab, selanjutnya Dzulhijjah, kemudian Dzulqa‘dah, lalu Sya‘ban. Ucapan mereka dilihat secara zahir mengatakan bahwa pada bulan selain yang disebutkan kesunahannya sama, ” (Lihat Syekh Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, [Beirut: Darul Kutub Al-Ilmiyyah, 2002 M/1422 H], cetakan pertama, halaman 192).

Di antara keistimewaan bulan Sya’ban yang agung adalah peristiwa penting dalam sejarah penyebaran agama Islam yang terjadi pada tanggal 15 bulan Sya’ban tahun 2 Hijriyah, yaitu perintah Allah swt. untuk berpindah qiblat dari Baitul Muqaddas ke Ka’bah, sebagaimana dikemukakan oleh Muhammad bin Hubaib dan ditetapkan dalam kitab Ar Raudlah beserta tarjihnya dalam syarah Muslim.

Peristiwa perpindahan qiblat ini telah menjadi ujian besar. Orang-orang yang beriman menampakkan sikap membenarkan dan kerelaan. Sedang mereka yang kurang akalnya, menampakkan sikap ragu dan menentang, dengan ucapan mereka yang diceriterakan oleh Allah dalam surat Al Baqarah ayat 142:

سَيَقُوْلُ السُّفَهَاءُ مِنَ النَّاسِ مَا وَلاَّهُمْ عَنْ قِبْلَتِهِمُ الَّتِى كَانُوْا عَلَيْهَا؟ . . .

“Orang-orang yang kurang akalnya di antara manusia akan berkata: “Apakah yang memalingkan mereka (ummat Islam) dari qiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?. . . ”

Kemudian Allah swt. menjawab ucapan mereka dengan firman-Nya dalam surat Al Baqarah ayat 143:

. . . وَمَا جَعَلْنَا الْقِبْلَةَ الَّتِى كُنْتَ عَلَيْهَا اِلاَّ لِنَعْلَمَ مَنْ يَتَّبِعُ الرَّسُـــــوْلَ مِمَّنْ يَنْقَلِبُ عَلَى عَقِبَيْهِ ، . . . الآية

” . . . Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot . . . ”

Niat Puasa Syaban

Baca juga   Doa Gempa Yang Harus Kita Baca Saat Terjadi Gempa

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Sya‘bana lillâhi ta‘âlâ.

Artinya, “Aku berniat puasa sunah Sya‘ban esok hari karena Allah SWT.”

Orang yang ingin berpuasa Sya‘ban tetapi tidak sempat melafalkan niat dan berniat puasa di malam harinya boleh menyusul pelafalan niat dan memansang niat sunah puasa Sya‘ban seketika itu juga dengan catatan dia belum ada sesuatu yang di makan dan minum dan melakukan hal-hal yang bisa membatalkan puasa . Kewajiban niat di malam hari hanya berlaku untuk puasa wajib.

Berikut ini lafal niat puasa sunah Sya‘ban di siang hari:

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnati Sya‘bana lillâhi ta‘âlâ.

Artinya, “Aku berniat puasa sunah Sya‘ban hari ini karena Allah SWT.”

Kapan Batas Akhir Puasa Sunnah Bulan Syaban ?

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( إِذَا اِنْتَصَفَ شَعْبَانَ فَلَا تَصُومُوا )  رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ, وَاسْتَنْكَرَهُ أَحْمَدُ

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Apabila bulan Sya’ban telah lewat setengah, maka janganlah engkau shaum.”Riwayat Imam Lima dan diingkari oleh Ahmad.

Dari hadist diatas bisa disimpulkan ketika sudah memasuk ahir bulan syaban kita tidak d perbolehkan untuk melakukan puasa Sunnah artinya kita harus mempesiapkan diri untuk bulan Ramadhan yang akan menjalankan puasa satu bulan penuh,jadi badan kita harus sehat secara jasmani dan rohani. Dan pada pertengahan bulan syaban kita membaca doa nishfu syaban,secara tidak langsung kita diingatkan bahwa sudah melewati pertengahan bulan dan itu artinya kita tidak boleh berpuasa.

Boleh melakukan puasa di akhir bulan syaban dengan catatan harus full/penuh mulai awal masuk bulan sampai akhir bulan.

Ibnu Umar Radliyallaahu ‘anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Apabila engkau sekalian melihatnya (bulan) shaumlah, dan apabila engkau sekalian melihatnya (bulan) berbukalah, dan jikaawan menutupi kalian maka perkirakanlah.” Muttafaq Alaihi. Menurut riwayat Muslim: “Jika awan menutupi kalian maka perkirakanlah tiga puluh hari.” Menurut riwayat Bukhari: “Maka sempurnakanlah hitungannya menjadi tigapuluh hari.” Menurut riwayatnya dari hadits Abu Hurairah: “Maka sempurnakanlah hitungan bulan Sya’ban 30 hari.”

Hikmah Puasa Bulan Syaban

Baca juga   Doa Bulan Syaban Paling Populer ,Baca Dan Jangan Tinggalkan Doa Ini !

Disebutkan oleh Ibnu Rajab Al Hambali mengenai hikmah puasa Sya’ban sebagai berikut.

Bulan Sya’ban adalah bulan tempat manusia lalai. Karena mereka sudah terhanyut dengan istimewanya bulan Rajab (yang termasuk bulan Harom) dan juga menanti bulan sesudahnya yaitu bulan Ramadhan. Tatkalah manusia lalai, inilah keutamaan melakukan amalan puasa ketika itu. Sebagaimana seseorang yang berdzikir di tempat orang-orang yang begitu lalai dari mengingat Allah -seperti ketika di pasar-, maka dzikir ketika itu adalah amalan yang sangat istimewa. Abu Sholeh mengatakan, “Sesungguhnya Allah tertawa melihat orang yang masih sempat berdzikir di pasar. Kenapa demikian? Karena pasar adalah tempatnya orang-orang lalai dari mengingat Allah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa setiap bulannya sebanyak tiga hari. Terkadang beliau menunda puasa tersebut hingga beliau mengumpulkannya pada bulan Sya’ban.  Jadi beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila memasuki bulan Sya’ban sedangkan di bulan-bulan sebelumnya beliau tidak melakukan beberapa puasa sunnah, maka beliau mengqodho’nya ketika itu. Sehingga puasa sunnah beliau menjadi sempurna sebelum memasuki bulan Ramadhan berikutnya.

Puasa di bulan Sya’ban adalah sebagai latihan atau pemanasan sebelum memasuki bulan Ramadhan. Jika seseorang sudah terbiasa berpuasa sebelum puasa Ramadhan, tentu dia akan lebih kuat dan lebih bersemangat untuk melakukan puasa wajib di bulan Ramadhan. (LihatLathoif Al Ma’arif,  hal. 234-243)

Doa Puasa Syaban

اللهم باركّ لنا في شعبان وَبلغنا رمضان من غير أن نرى دمعة حبيب ، ولا فِراق غالي ، ولا إستمرار مرض لقريب ، اللهم بلغنا رمضان لافاقدين ولا مفقودين، اللهم بلغنا شهر رمضان ونحن في احسن حال واعنا اللهم على صيامه وقيامه يارب العالمين

Allahumma Baarik lanaa fii syabaan wa ballighnaa romadhoona min ghoiri an nadrii dam’atun habiib,wa laa firooqi ghoolii wa laa istimroori mardhin liqoriib,allahumma ballighnaa romadhoona la faaqidiina wa laa mafquudiin, allahumma ballighnaa syahro romadhoona wa nahnu fii ahsani haalin wa a’innallohumma ‘alaa shiyaamihi wa qiyaamihi yaa robbal ‘alamiin.

Sekian keterangan tentang doa puasa syaban beserta penjelasannya,semoga bermanfaat dan bisa membantu untuk semua nyaa. Amiin

2 thoughts on “Doa Puasa Syaban , Apa Sih Hikmah Puasa Sunnah Dibulan Syaban ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *