Doa Niat Memandikan Jenazah Dan Tata Cara Memandikan Nya Dengan Benar Lengkap Arab Artinya

Posted on

doa memandikan mayyit

Doa Niat Memandikan Jenazah Dan Tata Cara Memandikan Nya Dengan Benar Lengkap Arab Artinya – Mengurus jenazah hukumnya fardlu kifayah artinya kewajiban yang harus di kerjakan oleh seluruh ummat, namun bila sudah dilakukan oleh muslim yang lain maka kewajiban ini gugur untuk yang lain nya. Contoh aktivitas yang tergolong fardu kifayah:menyalatkan jenazahnya umat muslim.

Sebelum di kebumikan jenazah harus dalam keadaan suci ,untuk mensucikan nya jenazah harus di mandikan untuk menghilangkan najis pada tubuhnya,dengan cara meratakan air ke seluruh tubuhnya mulai dari rambut sampai bagian yang sulit2 terkena air.

Berdasarkan hadits dari Abdullah bin Abbas radhiallahu’anhu, beliau berkata:

بينَا رجلٌ واقفٌ مع النبيِّ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ بعَرَفَةَ ، إذْ وَقَعَ عن راحلتِهِ فَوَقَصَتْهُ ، أو قال فأَقْعَصَتْهُ ، فقالَ النبيُّ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ : اغْسِلوهُ بماءٍ وسِدْرٍ ، وكَفِّنُوهُ في ثَوْبَيْنِ ، أو قالَ : ثَوْبَيْهِ ، ولا تُحَنِّطُوهُ ، ولا تُخَمِّروا رأسَهُ ، فإنَّ اللهَ يبْعَثُهُ يومَ القيامةِ يُلَبِّي

“Ada seorang lelaki yang sedang wukuf di Arafah bersama Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Tiba-tiba ia terjatuh dari hewan tunggangannya lalu meninggal. Maka Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: mandikanlah ia dengan air dan daun bidara. Dan kafanilah dia dengan dua lapis kain, jangan beri minyak wangi dan jangan tutup kepalanya. Karena Allah akan membangkitkannya di hari Kiamat dalam keadaan bertalbiyah” (HR. Bukhari no. 1849, Muslim no. 1206).

Juga hadits dari Ummu ‘Athiyyah radhialahu’anha, ia berkata:

تُوفيتْ إحدى بناتِ النبيِّ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ ، فخرج فقال : اغْسِلْنَها ثلاثًا ، أو خمسًا ، أو أكثرَ من ذلك إن رأيتُنَّ ذلك ، بماءٍ وسدرٍ ، واجعلنَ في الآخرةِ كافورًا ، أو شيئًا من كافورٍ، فإذا فرغتُنَّ فآذِنَّنِي فلما فرغنا آذناه فألقى إلينا حقوه فضفرنا شعرها ثلاثة قرون وألقيناها خلفها

“Salah seorang putri Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam meninggal (yaitu Zainab). Maka beliau keluar dan bersabda: “mandikanlah ia tiga kali, atau lima kali atau lebih dari itu jika kalian menganggap itu perlu. Dengan air dan daun bidara. Dan jadikanlah siraman akhirnya adalah air yang dicampur kapur barus, atau sedikit kapur barus. Jika kalian sudah selesai, maka biarkanlah aku masuk”. Ketika kami telah menyelesaikannya, maka kami beritahukan kepada beliau. Kemudian diberikan kepada kami kain penutup badannya, dan kami menguncir rambutnya menjadi tiga kunciran, lalu kami arahkan ke belakangnya” (HR. Bukhari no. 1258, Muslim no. 939).

Baca juga   Bacaan Niat Ketika Akan Menikah Lengkap Arab Beserta Artinya

Cara Memandikan Jenazah

Dalam Matan Akhsharil Mukhtasharat:

نوى وسمى وهما كفي غسل حَيّ ثمَّ يرفع راس غير حَامِل الى قرب جُلُوس ويعصر بَطْنه بِرِفْق وَيكثر المَاء حِينَئِذٍ ثمَّ يلف على يَده خرقَة فينجيه بهَا وَحرم مس عَورَة من لَهُ سبع ثمَّ يدْخل اصبعيه وَعَلَيْهَا خرقَة مبلولة فِي فَمه فيمسح اسنانه وَفِي مَنْخرَيْهِ فينظفهما بِلَا ادخال مَاء ثمَّ يوضئه وَيغسل راسه ولحيته برغوة السدر وبدنه بثفله ثمَّ يفِيض عَلَيْهِ المَاء وَسن تثليث وتيامن وامرار يَده كل مرّة على بَطْنه فان لم ينق زَاد حَتَّى ينقى وَكره اقْتِصَار على مرّة وَمَاء حَار وخلال واشنان بِلَا حَاجَة وتسريح شعره وَسن كافور وَسدر فِي الاخيرة وخضاب شعر وقص شَارِب وتقليم اظفار ان طالا

Memandikan mayyit harus tau bagaimana tata cara yang benar karena ini berkkaitan dngan kesucian mayyit , tidak semua orang diperkenankan untuk memandikan jenazah kecuali orang muslim yang berakal, baligh, jujur, shalih serta dapat dipercayaketika memandikan mayyit.

ketika mayyitnya perem puan yang memandikan harus perempuan kecuali suaminya dan begitu juga sebaliknya Hanya saja seorang laki-laki boleh memandikan istrinya dan seorang perempuan boleh memandikan suaminya.,ketika memndikan mayyit hendaknya mayyit di letakkan di tempat yang tinggi sperti dipan atau balai supaya tidak terkena percikan air atau basuhan air dari tubuhnya dengan posisi tidur terlentang seraya menghadap kiblat.

Dimandikan di tempat tertutup dan tidak boleh ada yang masuk kecuali orang yang memandikan dan tubuhnya di tutup dengan kain tipis supaya auratnya atau suatu yang buruk supaya tidak terlihat.

Baca juga   Bacaan Duduk Diantara Dua Sujud Berbahasa Arab Lengkap Beserta Artinya

Sediakan air bersih,air sabun dan air kapur barus ,kemudian Orang yang memandikan memposisikan jenazah duduk sedikit miring ke belakang dengan ditopang tangan kanannya, sementara tangan kirinya mengurut bagian perut jenazah dengan penekanan agar apa yang ada di dalamnya keluar. Lalu yang memandikan membungkus tangan kirinya dengan kain atau sarung tangan dan membasuh lubang depan dan belakang si mayit. Kemudian membersihkan mulut dan hidungnya lalu mewudlukannya sebagaimana wudlunya orang hidup.

Membsuh semua sisi tubuh mayyit, di mulai dengan sisi kanan dekat wajah lalu sisi kiri yang dekat dengan wajah begitu seterusnya dan di sunnahkan mengulangi basuhan nya sampai tiga kali basuhan dan di sunnahkan di basuhan terakhir di campur dengan kapur barus.

 

Niat Doa Memandikan Jenazah

 

Niat Memandikan Mayit / Jenazah Laki-laki

نَوَيْتُ الْغُسْلَ اَدَاءً عَنْ هذَاالْمَيِّتِ ِللهِ تَعَالَى

NAWAITUL GHUSLA ADAA’AN ‘AN HAA-DZAL MAYYITI LILLAAHI TA’AALA

Artinya :

Saya niat memandikan untuk memenuhi kewajiban dari mayit (laki-laki) ini karena Allah Ta’ala

Niat Memandikan Jenazah / Mayit Perempuan

نَوَيْتُ الْغُسْلَ اَدَاءً عَنْ هذِهِ الْمَيِّتَةِ ِللهِ تَعَالَى

NAWAITUL GHUSLA ADAA’AN ‘AN HAADZIHIL MAYYITATI LILLAAHI TA’AALA

Artinya :

Saya niat memandikan untuk memenuhi kewajiban dari mayit (perempuan) ini karena Allah Ta’ala.

Demikian adalah doa niat memandikan jenazah dan tata cara memandikanya ,mari kita bersama – sama gunakan sisa umur kita di dunia ini dengan sebaik2 nya dan semoga kita meninggal dengan khusnul khotimah.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *