Kajian Fiqih, Cara Mensucikan Najis Anjing Dan Babi Menurut Madzhab Syafi’i

Posted on

terkena anjing, bagaimana cara mensucikannya?

Kajian Fiqih, Cara Mensucikan Najis Anjing Dan Babi Menurut Madzhab Syafi’iDalam fiqih najis dikelompokkan menjadi 3 (tiga), yaitu najis mukhaffafah, najis mutawassithah, dan najis mughalladhah. Sebagaimana ditulis oleh para fuqaha dalam kitab-kitabnya, salah satunya oleh Syekh Salim bin Sumair Al-Hadlrami dalam kitabnya Safiinatun Najaa:

فصل النجاسات ثلاث: مغلظة ومخففة ومتوسطةالمغلظة نجاسة الكلب والخنزير وفرع احدهما والمخففة بول الصبي الذي لم يطعم غير اللبن ولم يبلغ الحولين والمتوسطة سائر النجاسات

Artinya:“Fashal, najis ada tiga macam: mughalladhah, mukhaffafah, dan mutawassithah.Najis mughalladhah adalah najisnya anjing dan babi beserta anakan salah satu dari keduanya. Najis mukhaffafah adalah najis air kencingnya bayi laki-laki yang belum makan selain air susu ibu dan belum sampai usia dua tahun. Sedangkan najis mutawassithah adalah najis-najis lainnya.”

Untuk mensucikn najis mugholadzoh dalam hadist Rashulullah SAW bersabda :

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : “طهور إنآءأحدكم اذاولغ فيه الكلب ان يغسله سبع مرات، أولاهن بتراب”. أخرجه مسلم وفي لفظ له “فليرقه”.وللترمذي “أخراهن،اوأولاهن بالتراب”

Dari Abu Hurairah rodhiyAllahu ‘anhu bahwa Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda: “Cara menyucikan wadah seseorang di antara kalian jika terkena jilatan anjing ialah, hendaklah ia cuci sebanyak tujuh kali yang pd awal (pencuciannya) dicampur dengan tanah (HR. Muslim).

Baca juga   Wajib Tahu Kriteria Seseorang Yang Berhak Mengeluarkan Dan Menerima Zakat Fitri

Menurut lafadz lain dari Muslim :” maka hendaklah dia membuang isinya”. Menurut riwayat al-Tirmidzi disebutkan:  “yang paling akhir sekali (pd pencuciannya) atau pada permulaannya hendaklah dicampur dengan tanah”.

Makna Hadist :

Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam banyak memiliki mukjizat dan ini merupakan salah satu mukjizatnya, dalam hal ini najis anjing termasuk najis dalam kategori berat, sebab ternyata Ilmu kedokteran modernpun telah membuktikan dalam suatu penelitian ilmiahnya, bahwa dalam ludah anjing terdapat mikro bakteri²  yang tidak dapat dimatikan melainkan hanya dengan tanah yang dicampur dengan air, oleh karena itu, syariat yang bijaksana memerintahkan supaya membuang air yang telah di minum anjing, kemudian membasuh wadahnya sebanyak tujuh kali basuhan, yang salah satu diantaranya dicampur dengan tanah.

Fiqh Hadist :

Mulut anjing dihukumi najis mughalazhah (najis berat).

Menurut pendapat jumhur/mayoritas ulama, semua anggota tubuhnya disamakan pula hukumnya dengan mulutnya, sedangkan Imam Malik mengatakan : bahwa anjing itu suci, membasuh bekas jilatannya sebanyak tujuh kali basuhan hanyalah bersifat ubudiyah (melaksanakan perintah syariat) semata, menurutnya lagi, masalah mencampurkan salah satu basuhan dengan tanah adalah tidak betul.

Mencampurkan air dengan tanah ketika membasuh bekas yang terkena jilatan anjing dalam istilah arab disebut al- tatrib .

Baca juga   Bacaan Salam Dalam Shalat Yang Benar Lengkap Arab Beserta Artinya

Wajib membasuh wadah yang dijilat anjing sebanyak tujuh kali basuhan, yg salah satu di antaranya dicampur dengan tanah dan wajib membuang air yang diminum oleh anjing.

 

والله أعلم بالصواب اللهم انفعنا بماعلمتما وعلمنا ما ينفعنا وارزقناعلما ينفعنا وزدناعلما ينفعنا، بسرالفاتحة

by : Ummu Fatheema.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *