Cara Benar Mensucikan Najis Kencingnya Bayi Perempuan Sesuai Dengan Ilmu Fiqih

Posted on

cara mnsucikan najis

Cara Benar Mensucikan Najis Kencingnya Bayi Perempuan Sesuai Dengan Ilmu FiqihSebagai seorang wanita khususnya untuk para ibu harus paham betul tentang fiqih karena hampir semua pekerjaan rumah tangga ada kaitan nya dengan ilmu fiqih. Misalnya mencuci baju suami dan anak-anak ,nah istri harus tau harus tau ukuran  air yang suci mensucikan dan cara bagaimana mensucikan najis ketika anak kita sedang kencing. Sebab kencing nya bayi perempuan dan laki-laki hukumnya berbeda.

Seperti yang diriwayatkan dalam sebuah hadist,Rashulullah SAW bersabda :

(عن ابي السّمح رضي الله عنه قال : قال النّبيّ صلّى يْغْسَلُ مِنْ بَوْلِ الْجَارِيَةِ وَيُرَشُّ مِنْ بَوْلِ الْغُلاَمِ.” (أخرجه أبو داود والنسائي وصححه الحاكم)

Dari Abi al-Samh (radhiyAllahu’ anhu) bahwa Rasulullah (Shollallohu ‘alaihi wasallam) pernah bersabda : “Air kencing bayi perempuan hendaklah dibasuh, sedangkan air kencing bayi lelaki cukup dipercikkan air saja.” (HR. Abu Dawud, al-Nasa’i & dinilai sahih oleh Hakim).

Makna Hadist :

Syariat sungguh bijaksana dalam setiap keputusan yang dibuat. Kita sering kali menggendong bayi lelaki & memeluk mereka. Di sini syariat meringankan najis air kencing mereka dengan syarat bayi lelaki itu masih belum berusia dua tahun & hanya meminum susu ibu (asi) saja.

Baca juga   Bacaan Lafadz Niat Shalat Idul Fitri Lengkap Arab Artinya

Cara menyucikan air kencingnya ialah dengan memercikkan air ke atasnya. Ini berbeda dengan air kencing bayi perempuan dimana cara menyucikannya ialah dengan membasuhnya, karena najisnya lebih

berat daripada najis air kencing bayi lelaki. Tidak ada perbedaan di antara keduanya, spt kotoran buang air besarnya misalnya,  sebab dlm hal tsb najis keduanya (selain air kencing) dihukumi sama, yakni najis mutawasithoh.

Fiqh Hadist :

Perbedaan yang ada antara air kencing bayi lelaki dengan bayi perempuan, menurut hukum ialah sebelum mereka memakan makanan lain selain air susu ibu. Air kencing keduanya sama-sama najis, tetapi untuk membersihkan air kencing bayi lelaki cukup dengan memercikkannya dengan air, yakni menyiramnya tanpa mengalirkan air. Ini merupakan kemudahan syariat.

Sedangkan cara membersihkan air

kencing bayi perempuan tidak cukup hanya dengan memercikkan air ke atasnya, melainkan wajib dibasuh (disiram hingga airnya mengalir), hal tsb dilakukan (membasuh) tentu saja setelah ‘ain najis (bau, rasa & warnanya sdh dihilangkan terlebih dahulu).

Hikmah yang terdapat dalam masalah ini menurut satu pendapat adalah bersifat ta’abbudiyyah (semata-mata mematuhi perintah syariat), sedangkan menurut pendapat yang lain mengatakan itu karena orang kebanyakan lebih menyukai bayi lelaki & seringkali menggendongnya. Oleh itu, syariat memberikan keringanan dalam masalah ini. Menurut pendapat yang lain pula, air kencing bayi perempuan lebih pekat, namun air kencing bayi lelaki tidak demikian.

Baca juga   Bacaan Bilal Dan Cara Menjawabnya Dalam Shalat Tarawih 20 Rakaat Lengkap Arab beserta Latinnya

Dalam kaitan ini para ulama berbeda pendapat :

Imam Ahmad dan Imam al-

Syafi’i mengatakan adanya rukhsah/keringanan terhadap air kencing bayi lelaki sebelum usia dua tahun dan belum memakan makanan lain selain air susu ibu.

Sedangkan menurut

Imam Abu Hanifah & pendapat masyhur di kalangan mazhab Maliki, air kencing bayi lelaki & bayi perempuan sama-sama najis, sehingga saat mennsucikannya tetap harus dibasuh.

Sekian penjelasan tentang bagaimana mensucikan najis air kencing bayi peempuan dan laki-laki yang usianya blom ada 2 tahun,semoga tulisan diatas bisa membantu dan bermanfaat bagi kita semua.Amiin.

by, Ummu Fatheema

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *