Kajian Hadist, Bagaimana Hukumnya Memakai Tempat Yang Ada Campurannya Emas

Posted on

kajian hadist, tentang wadah

Kajian Hadist, Bagaimana Hukumnya Memakai Tempat Yang Ada Campurannya EmasDalam keseharian kita, kita tak terlepas dari yang namanya bejana,namun adakalanya bejana untuk tempat air,makanan ataupun sebagainya. Akan tetapi bentuk dan bahan pembuatan nya, ada yang terbuat dari plastik, kramik, besi, aluminium, stainless, bahkan ada yang terbuat dari emas dan perak.

semua bejana baik dari besi, tembaga, kuningan dan lain-lainnya halal dan mubah digunakan kecuali yang Allâh Azza wa Jalla larang. Ada bejana yang diharamkan oleh Allâh Azza wa Jalla penggunaannya untuk makan dan minum yaitu bejana yang terbuat dari emas dan perak. Disebutkan dalam hadits Hudzaifah bin al-Yaman Radhiyallahu anhu, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لاَ تَشْرَبُوْا فِيْ آنِيَةِ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ، وَلاَ تَأْكُلُوْا فِيْ صِحَافِهِمَا، فَإِنَّهَا لَهُمْ فِي الدُّنْيَا، وَلَكُمْ فِي الآخِرَةِ

Janganlah kamu minum dengan gelas (yang terbuat) dari emas dan perak, dan jangan pula kamu makan pada piring yang terbuat dari emas dan perak, karena sesungguhnya yang seperti itu adalah untuk mereka (orang kafir) di dunia, dan buat kamu di akhirat. [Muttafaq ‘alaihi].

عن أم سلمةرضي الله عنهاقالت : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم “الذي يشرب فى انآءالفضة انمايجرجربطنه نارجهنم” متفق عليه.

Dari Ummu Salamah (radhiyAllahu ‘anha) bahwa Rosulullah (shollallahu’ alaihi wasallam) pernah bersabda : ” Orang yang minum dengan menggunakan wadah daripada perak pada hakikatnya dia menuangkan api neraka Jahanam  kedalam perutnya.” (Muttafaq ‘alaih)

Baca juga   Apakah Khamr (Arak) Yang Berubah Menjadi Cuka Hukumnya Halal ?

Makna Hadist :

Orang yang minum dengan menggunakan wadah dari emas atau perak berhak untuk menerima adzab dari Allah (subhanahu) karena dia telah melanggar perintah syariat yang bijaksana. Kelak di hari kiamat dia akan menelan api neraka Jahanam kedalam perutnya. Siksaan ini sesuai dengan pelanggaran yang telah dilakukan ketika didunia, yaitu minum dengan menggunakan wadah yang telah diharamkan menurut syariat.

Fiqh Hadist :

Haram minum dengan menggunakan wadah yang terbuat dari perak bagi kaum lelaki dan wanita, dan dijelaskan pula siksaan kelak pada hari kiamat bagi orang yang melanggarnya.

 وعن ابن عباس رضي الله عنه “اذادبغ الاهاب فقد طهر”. أخرجه مسلم وعند الاربعة :” انمااهاب دبغ”

Dari Ibn ‘Abbas (radhiyAllahu ‘anhu) bahwa Rosulullah (shollallahu ‘alaihi wasallam) pernah bersabda: “Apabila kulit telah disamak, maka berarti ia telah menjadi suci.” (Disebut oleh Muslim). Sedangkan menurut lafazd yang dikemukakan oleh al-Arba’ ah disebutkan: “ jika ada kulit yang disamak ….”

Fiqh Hadist :

Samak merupakan cara yang paling berkesan untuk menghilangkan lendir najis yang ada pada pori-pori kulit. Oleh itu, cara ini merupakan sarana untuk membuat kulit menjadi suci.

Samak dapat menyucikan semua kulit bangkai bagian luar maupun bagian dalam, kecuali kulit anjing dan kulit khinzir (babi) serta kulit hewan yang dilahirkan dari (pencampuran) salah satu di antara keduanya, karena najis keduanya terlalu berat. Inilah menurut pendapat di kalangan mazhab al-Syafi’i.

Baca juga   Ciri-Ciri Turunnya Malam Lailatul Qadar Dibulan Ramadhan Sesuai Dengan Hadist Nabi

Sedangkan mazhab Hanafi mengatakan bahwa semua kulit bangkai menjadi suci dengan menyamaknya terlebih dahulu, kecuali kulit khinzir/babi.

Menurut mazhab Maliki, yakni menurut pendapat yang masyhur dikalangan mereka, samak dapat menyucikan semua kulit, tetapi hanya bagian luarnya saja, sedangkan bagian dalamnya tidak dapat disucikan dan

hanya boleh digunakan untuk kegunaan barang-barang kering bukan benda cair, kecuali air, sebab air mempunyai kekuatan daya tolak. Kulit yang telah disamak juga oleh digunakan sebagai hamparan untuk sholat, tetapi tidak boleh dijadikan pakaian untuk sholat.

Mazhab Hambali menurut pendapat yang masyhur dikalangan mereka mengatakan bahwa menyamak kulit bangkai tidak dapat menyucikan sesuatupun darinya. Ini juga merupakan salah satu dari dua riwayat Imam Malik.

والله أعلم بالصواب. اللهم انفعنابماعلمتما وعلمنا ما ينفعنا وارزقنا علما ينفعنا وزدناعلما ينفعنا، بسرالفاتحة

by : Ummu Fatheema.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *