Bacaan Takbirotul Ihram Dan Tata Cara Yang Benar Lengkap Arab Beserta Artinya

Posted on

bacaan takbirotul ihram

Bacaan Takbirotul Ihram Dan Tata Cara Yang Benar Lengkap Arab Beserta Artinya – Takbirotul ihram adalah gerakan dan ucapan pertama ketika shalat oleh umat muslim takbirotul ihram merupakan rukun qouli dalam shalat,dengan takbirotul ihram bertanda seseorang  telah masuk dalam rangkaian ibadah shalat dan tidak boleh melakukan hal – hal apapun yang bisa membatalkan shalat ,artinya  orang yang shalat di larang melakukan apa pun selain gerakan dan ucapan shalat.

Berdasarkan hadist yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Abu Dawud dan lainnya:

مِفْتَاحُ الصَّلاَةِ الطُّهُورُ، وَتَحْرِيمُهَا التَّكْبِيرُ، وَتَحْلِيلُهَا التَّسْلِيمُ

Artinya: “Kuncinya shalat adalah suci, tahrimnya (yang mengharamkan melakukan apa pun) adalah takbir, dan tahlilnya (yang menghalalkan melakukan apa pun) adalah salam.”

Pelaksanaan takbirotul ihram tidak asal di ucapkan ,mengingat bahwa takbirotul ihrom bagian dari ibadah shalat,karena Kesalahan dalam pelaksanaan takbiratul ihram menjadikan takbiratul ihramnya rusak dan berakibat pada tidak sahnya shalat yang dilakukan.maka dari itu ada aturan – aturan yang harus kita patuhi ketika hendak melakukan shalat.

Bacaan Takbirotul Ihram Dan Tata Caranya

Yang dimaksud takbiratul ihram adalah ucapan: Allaahu akbar…, dan bukan mengangkat tangan ketika takbir. Sementara mengangkat tangan ketika takbiratul ihram hukumnya dianjurkan dan tidak wajib.

Tata cara takbirotul ihram

Imam Ibnu Utsaimin mengatakan,

رفع اليدين عند تكبيرة الإحرام، وعند الركوع، وعند الرفع منه، وعند القيام من التشهد الأول سنة

“Mengangkat tangan ketika talbiratul ihram, ketika rukuk, ketika i’tidal, dan ketika bangkit ke rakaat ketiga dari tasyahud awal, hukumnya sunah.” (Majmu’ Fatawa Ibnu Utsaimin volume 13).

Baca juga   Doa Buka Puasa Sunnah Senin Kamis Arab Dan Lengkap beserta Artinya

Cara mengangkat tangan ketika takbir

Mengangkat tangan sampai pundak lalu membaca takbir

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhumma,

كان رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إذا قام إلى الصلاة؛ رفع يديه حتى تكونا حذو منكبيه، ثم كبَّر

Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memulai shalat, beliau mengangkat kedua tangannya hingga setinggi pundak, kemudian beliau bertakbir. (HR. Muslim 390(.

Mengangkat tangan lalu sedekap bersamaan dengan takbir

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma,

رأيت النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ افتتح التكبير في الصلاة، فرفع يديه حين يكبر

 Artinya :

”Saya melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memulai takbiratul ihram ketika shalat, beliau mengangkat kedua tangannya ketika takbir. (HR. Bukhari 738).

Membaca takbir, lalu mengangkat tangan

كان رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إذا كبر؛ رفع يديه

 Artinya :

”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika usai takbir, beliau mengangkat tangan” (HR. Muslim 391).

Keadaan telapak tangan ketika takbir

Telapak tangan dibentangkan secara sempurna dan tidak menggenggam

Jari-jari telapak tangan tidak terlalu lebar dan tidak terlalu rapat

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ فِي الصَّلَاةِ رَفَعَ يَدَيْهِ مَدًّا

 Artinya :

”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika memulai shalat, beliau mengangkat kedua tangannya dengan dibentangkan.” (HR. Abu Daud 753, Turmudzi 240)

Baca juga   Sholat Dhuha Dan Bacaan Doa Setelah Sholat Dhuha Lengkap

Telapak tangan dihadapkan ke kiblat dan diangkat setinggi pundak atau telinga

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan;

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَرْفَعُ يَدَيْهِ حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ إِذَا افْتَتَحَ الصَّلاَةَ

 Artinya :

“Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengangkat kedua tangannya setinggi pundak, ketika memulai shalat.” (HR. Bukhari 735 & Muslim 390)

Dari Malik bin al-Huwairits radhiyallahu ‘anhu,

رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَرْفَعُ يَدَيْهِ إِذَا كَبَّرَ، وَإِذَا رَكَعَ، وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ حَتَّى بَلَغَتَا فُرُوعَ أُذُنَيْهِ

 Artinya :

“Saya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengangkat kedua tangannya ketika takbiratul ihram, ketika rukuk, ketika i’tidal, hingga setinggi daun telinga.” (HR. Nasai 1024, dan yang lainnya).

Takbiratul Ihram harus dilakukan dalam keadaan posisi tubuh tegak sempurna artinya dilakukan sambil berdiri bagi yang mampu.

Takbiratul ihram tidak disyaratkan harus dibarengkan dengan niat shalat. Menggabungkan dua hal ini adalah mustahil. Dan Takbiratul ihram hanya dilakukan sekali dan tidak perlu diulang-ulang,ketika Orang yang shalat sendirian atau makmum, takbirnya dibaca pelan. Hanya terdengar dirinya sendiri.
Berikut adalah bacaan takbirotul ihram dan tata cara yang benar ,semoga bermanfaat bagi kita semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *