Kajian Fiqih: Bab Thoharoh Air Suci Mensucikan

Posted on

air suci mensucikan
Kajian Fiqih: Bab Thoharoh Air Suci MensucikanDari Abu Umamah al-Bahili (r.a) bahwa Rasulullah (s.a.w) pernah bersabda:  “Sesungguhnya tidak ada sesuatu apapun yg dapat membuat air itu menjadi najis kecuali dicemari oleh sesuatu yg menimbulkan perubahan pd bau, rasa & warnanya.”  (Disebutkan oleh Ibn Majah & dinilai lemah oleh Abu Hatim),

Menurut riwayat al-Baihaqi:  _“Air itu suci & menyucikan kecuali jika berubah bau, rasa, atau warnanya sebab dicemari najis.”_

عن ابي أمامة الباهلي رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :”إن المآءلا ينجسه شيئ إلا ماغلب على ريحه وطعمه ولونه”، أخرجه إبن ماجةوضعفه ابو حاتم

وللبهقي :”المآءطهور إلا ان تغيرريحه او طعمه او لونه بنجاسةتحدث فبه”

Dan dalam kitab fathul qorib mushonnif menerangkan:

وَ) الثَّانِيْ (طَاهِرٌ) فِيْ نَفْسِهِ (مُطَهِّرٌ) لِغَيْرِهِ (مَكْرُوْهٌ اسْتِعْمَالُهُ) فِي الْبَدَنِ لَا فِي الثَّوْبِ (وَهُوَ الْمَاءُ الْمُشَمَّسُ) أَيِ الْمُسَخَّنُ بِتَأْثِيْرِ الشَّمْسِ فِيْهِ وَإِنَّمَا يُكْرَهُ شَرْعًا بِقُطْرٍ حَارٍّ فِيْ إِنَاءٍ مُنْطَبِعٍ إِلَّا إِنَاءِ النَّقْدَيْنِ لِصَفَاءِ جَوْهَرِهِمَا وَإِذَا بَرُدَ زَالَتِ الْكَرَاهَةُ. وَاخْتَارَ النَّوَوِيُّ عَدَمَ الْكَرَاهَةِ مُطْلَقًا. وَيُكْرَهُ أَيْضًا شَدِيْدُ السُّخُوْنَةِ وَالْبُرُوْدَةِ

Yang kedua adalah air yang suci dzatnya, bisa mensucikan pada yang lainnya, dan makruh menggunakannya pada badan tidak pada pakaian. Yaitu air musyammas, yaitu air yang dipanaskan dengan pengaruh sinar matahari.

Baca juga   Cara Benar Mensucikan Najis Kencingnya Bayi Perempuan Sesuai Dengan Ilmu Fiqih

Air musyammas ini hanya dimakruhkan secara syara’ bila digunakan di daerah panas dengan menggunakan wadah yang dapat dicetak (terbuat dari logam), selain wadah yang terbuat dari emas dan perak, karena elemen keduanya adalah bersih (dari karat).

Dan ketika air musyammas itu menjadi dingin, maka hukum makruhnya menjadi hilang. Namun imam an Nawawi lebih memilih hukum tidak makruh secara mutlak. Dan juga di makruhkan menggunakan air yang terlalu panas (bukan karena sinar matahari) dan terlalu dingin.

Tinjauan Hadist dari segi fiqih atau kita sebut dg istilah Fiqih Hadist :

Para ulama  bersepakat (ijma’ ulama) bahwa air (dua kolah lebih) itu apabila dicemari atau dijatuhi najis hingga merubah salah satu sifatnya, yakni warna, rasa, atau baunya, maka air itu menjadi najis.

Tinjauan Hadist dari segi Makna, atau kita sebut dg istilah Makna Hadist :

Air yg banyak (lbh dr ukuran dua kolah) akan menjadi najis jk dicemari oleh najis & salah satu dr tiga sifatnya berubah. *Apa yg dimaksud dg sifat air adalah *warna, rasa, & baunya. Air dianggap suci & menyucikan apabila najis yg jatuh ke dalamnya tdk merubah salah satu dr sifat² tsb.

Baca juga   Shalat Tasbih Dan Tata Cara Pelaksanaan nya Lengkap Arab Beserta Artinya

Dari kalimat terakhir  dlm hadits tsb (Riwayat al Baihaqi) dapat disimpulkan bahwa jk perubahan air krn sesuatu yg suci (sebab kecampuran sampo atau sabun mandi misalnya), sebagaimana yg disebut dlm riwayat lain, maka air tsb tdk menjadi najis, sebaliknya tetap dihukumi suci namun tdk menyucikan, jd air seperti itu masih bisa digunakan untuk minum, namun tidak boleh digunakan untuk bersuci spt, cebok, mensucikan najis, berwudhu atau mandi junub.

والله أعلم بالصواب.اللهم انفعنا  بماعلمتما وعلمنا ما ينفعنا وارزقناعلما ينفعنا، الفاتحة..

by: Ummu Fatheema

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *